Wikipedia

Hasil penelusuran

Tampilkan postingan dengan label Smart Citizen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smart Citizen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2013

PERGAULAN REMAJA KRISTEN ERA DIGITAL : Perlu "MODIS ATAU ETIS"?

Pergaulan Era Digital: Modis atau Etis? 

Halo, Young Generation! Kamu merasa butuh tampil menarik, mengikuti tren, dan tetap up-to-date? Wajar banget! Tapi, di tengah gempuran tren yang serba cepat, pernahkah kamu berhenti sejenak dan bertanya: "Aku ini sekadar ikut arus (Modis) atau tetap punya prinsip (Etis)?"

Alkitab sudah memberikan peringatan spoiler sejak dulu:

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” (1 Korintus 15:33)

 

pergaulan remaja


Mengapa Kita Begitu Butuh "Circle"?

Secara teologis, ada dua alasan mengapa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain:

  1. Dependen pada Sang Pencipta: Kita diciptakan menurut gambar Allah (Kejadian 1:26). Kita bukan robot mandiri; kita butuh Tuhan untuk bernapas dan bergerak.

  2. Makhluk Sosial (Social Beings): Sejak di taman Eden, Tuhan berfirman bahwa tidak baik jika manusia itu seorang diri (Kejadian 2:18). Kita butuh sahabat, keluarga, dan komunitas untuk bertumbuh.

Masalahnya: Keinginan untuk diterima dalam pergaulan seringkali membuat kita mengorbankan nilai-nilai diri.


Modis vs Etis: Mana yang Jadi "Driver" Hidupmu?

  • Modis (Mode/Trend): Berasal dari kata "mode", artinya gaya terbaru atau hype yang ada pada waktu tertentu. Menjadi modis itu seru, tapi sifatnya sementara.

  • Etis (Etika/Moral): Berasal dari kata "etika", yaitu standar nilai tentang apa yang benar dan baik di mata Tuhan. Etis bersifat kekal dan mendalam.

Dalam interaksi sosial, kita akan saling mewarnai. Pergaulan yang sehat adalah yang saling membangun, bukan yang saling menjerumuskan demi konten atau pengakuan semu.


Jebakan "Isme" di Gaya Hidup Modern

Dunia modern menawarkan kemudahan (seperti internet), tapi juga membawa "penyakit" mental dan spiritual:

  1. Individualisme: "Terserah gue, hidup-hidup gue." Sikap yang mengabaikan norma demi kenyamanan pribadi.

  2. Hedonisme & Liberalisme: Menjadikan kenikmatan (foya-foya, seks bebas) sebagai tujuan utama dan menolak aturan.

  3. Konsumerisme & Materialisme: Mengukur harga diri dari merek barang yang dipakai atau saldo rekening.

  4. Seksualisme: Merendahkan nilai seks menjadi sekadar candaan atau komoditas, padahal seks adalah pemberian Tuhan yang kudus dalam pernikahan.

Ingat kisah Anak yang Hilang (Lukas 15)? Ia memilih menjadi "Modis" versi zamannya—bebas, foya-foya, egois—namun akhirnya berakhir di kandang babi. Ia baru menemukan martabatnya kembali saat pulang ke rumah Bapa.


Standar Kita: Bukan "Kata Orang", tapi "Kata Tuhan"

Standar moral orang Kristen bukan ditentukan oleh apa yang sedang trending di media sosial, melainkan oleh Kemuliaan Allah.

"Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31)

Alkitab adalah "Manual Book" kehidupan kita. Budaya boleh berubah, teknologi boleh maju, tapi Firman Tuhan adalah patokan yang kekal.


7 Langkah Practical buat Kamu (The Winning Generation) 🛡️

Bagaimana menjaga diri tetap shining di tengah pergaulan yang toxic?

  1. Filter Matamu (Stop Pornografi): Jangan biarkan otakmu tercemar tontonan yang merusak saraf dan moral. Jaga pikiranmu tetap bersih (Efesus 4:17).

  2. Berpakaian dengan "Class" & Etika: Bagi wanita, jadilah modis tanpa harus mengeksploitasi tubuh. Pakailah pakaian yang pantas dan sopan, bukan yang mengundang pikiran negatif (1 Timotius 2:9).

  3. Self-Control bagi Pria: Jangan sengaja menjebak diri dalam situasi yang membangkitkan hawa nafsu. Ingat, Tuhan memanggilmu untuk menjadi kudus (1 Petrus 1:15-16).

  4. Hindari "Spot" yang Salah: Saat pacaran, jauhi tempat sepi atau maksiat yang bisa membuat kontrol diri lepas. Better safe than sorry!

  5. Jaga Lisan (No Dirty Jokes): Hindari obrolan cabul. Fokuslah pada obrolan yang berbobot, lucu, tapi tetap membangun spiritualitas (Efesus 5:11-12).

  6. Hukum Emas Keaslian: Jika kamu ingin mendapatkan pasangan yang "asli" (setia dan baik), kamu sendiri harus menjaga dirimu tetap "asli" dan murni (1 Timotius 5:22).

  7. Pray & Stay Alert: Selalu minta kekuatan dari Roh Kudus. Kamu tidak bisa menang melawan arus dunia dengan kekuatan sendiri.


Kesimpulan: Menjadi remaja Kristen yang modern bukan berarti kuper (kurang pergaulan), tapi berarti punya prinsip. Kamu bisa tetap keren secara penampilan, namun tetap teguh secara karakter.

"Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat" (1 Yohanes 2:14)

Stay Modis, Stay Etis, Stay in Christ! 😊

Contoh pergaulan remaja

Modis di luar, Etis di dalam. 

Banyak yang bisa tampil keren di media sosial, tapi nggak semua bisa menjaga etika saat berinteraksi di kolom komentar. Jangan sampai gaya kita high-class, tapi cara berkomunikasi kita no-class.

Pilih yang mana: Terlihat keren atau bersikap benar? Kenapa nggak dua-duanya? 

#DigitalLiteracy #BijakBersosmed #GenZIndonesia